12 July 2008

Ide

Leo Burnett (21 Oktober 1891- 7 Juni 1971) mengatakan, Ideas alone enable a man to survive and flourish (hanya dengan sebuah ide atau gagasan saja seseorang bisa hidup bahkan makmur). Ungkapan ini mungkin hanya berlaku di luar negeri bukan di Indonesia. Soalnya, di sini kan berkumpul para tukang bajak karya orang. Meski HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) sudah disahkan, tetapi yang namanya bajak tak ada habis-habisnya.

Seperti juga kehidupan, apakah ketika semua orang menjadi kaya, lalu tak ada lagi yang bertugas membajak sawah? Pasti tetap ada orang yang membajak sawah. Mustahil mengharapkan para petani tidak membajak sawah, karena mayoritas penduduk di negeri ini berprofesi sebagai petani. Makanya, di negeri ini sulit sekali mengharapkan sebuah karya tidak dibajak.

Beberapa waktu lalu Harian ini memuat berita tentang demo para mahasiswa dan dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) yang meminta rektornya mundur, karena diduga melakukan plagiat (bajak) atas karya ilmiah seorang dosen. Para pendemo juga meminta agar titel Prof dicopot.

Ya…ide memang sesuatu yang penting, dan sangat vital. Jadi, cukup celaka jika ada orang tega membajak ide orang lain. Merek-merek produk terkenal yang kita pakai hari ini, semua berangkat dari sebuah ide. Seperti Honda, misalnya. Seichiro Honda, mungkin pernah beberapa kali gagal, dan idenya menciptakan sepeda motor seperti yang dikendarai manusia dicemooh oleh orang-orang pada waktu itu. Tetapi, ide tetaplah ide, dan dengannya orang bisa hidup. Sampai Honda pernah berkata: orang hanya mengingat kesuksesan saya, tetapi tak pernah menyinggung tentang kegagalan-kegagalan saya.

Anda pasti tahu Bill Gates, pencetus ide Microsoft. Idenya tak hanya memudahkan kerja-kerja manusia sekarang ini, melainkan mendatangkan milyaran dolar bagi penciptanya dari produk software tersebut. Tapi, bisa jadi, pada awalnya ide Bill Gates hanya dianggap sebagai hayalan belaka. Tetapi, apakah sekarang idenya hanya bualan belaka?

Atau mungkin anda tahu dengan merek Aqua, air putih kemasan, yang sangat terkenal. Tapi, apakah anda tahu, bahwa ketika pencetusnya Tirto Utomo sempat ditertawakan orang ketika melontarkan ide mengemas air putih dalam botol. Tetapi, apa yang terjadi sekarang? Ide mengemas air dalam botol banyak ditiru oleh perusahaan lain.

Sekarang masalah curi ide, bukan hal baru lagi. Malah, sinetron Suami-suami Takut Isteri di Trans TV pada episode Kamis (10/7) sampai harus menyitir tentang kasus curi ide. Saat Kang Dadang sedang menulis cerita novel, datang Pak RT dan Karyo. “Kang dadang lagi tulis apa?” tanya pak RT. “Lagi menulis novel, pak RT,” jawab kang Dadang. Tak menunggu lama, kedua orang lain langsung lari pulang ke rumah, dan menulis ide kang Dadang tentang “Petualangan seorang anak mencari kasih ibunya.”

Di negeri kita, sebuah film, kaset, atau produk, duluan beredar di masyarakat sebelum diluncurkan. Orang atau pembajak tak pernah merasa berdosa sudah mencuri atau menikmati hasil dari ide orang lain. Kita jadi bertanya-tanya, apakah ini tabiat atau memang manusia di sini cenderung hidup dari ide orang lain? Atau inilah model pendidikan kita. Semua orang kan tahu, bahwa soal Ujian Nasional (UN), sering sudah duluan bocor meski ujian belum dilaksanakan. Apakah ini ada pengaruhnya juga. Saya tidak tahu. Yang jelas, banyak juga lembaga yang mencuri ide lembaga lain ketika menggarap sebuah proyek proposal. Jadi, hati-hatilah, jangan pernah kasih tahu id eke orang lain, karena sudah pasti ide itu akan dibajak. (HA 120708)

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak