14 September 2009

Dari Jam Menarik hingga Bubar HANTAM

Sepanjang minggu kemarin, perasaanku senang bukan main. Bukan apa-apa, ada dua hal yang membuat aku pantas senang. Pertama, aku dapat kiriman jam cantik dari situs kapanlagi.com, dan kedua berkumpul lagi dengan kawan-kawan dari Himpunan Aktivis Antimiliterisme (HANTAM).

Sebenarnya, aku tidak yakin bahwa kapanlagi akan mengirimkan jam cantik, karena sebulan ditunggu jam itu tak juga datang. Sempat berfikir bahwa kapanlagi berbohong dan ingin menulis posting mengajak para blogger memboikot program-program berhadiah dari kapanlagi. Sebelum niat itu terlaksana, bingkisan mungil tiba di kantorku, gedung Harian Aceh.

Bingkisan itu diterima seorang karyawan, dan sudah mencoba menghungi ke hp memberitahukan tentang kiriman itu. Tapi, saat itu aku lagi tidur pulas dan tak tahu telp dari kantor. Malamnya bingkisan itu aku terima yang dibungkus sangat rapi. Penasaran juga untuk segera membukanya.

Isinya, jam meja kecil berwarna kuning, warna khas situs kapanlagi. Di dalam tertulis: kapanlagi.com, kalau bukan sekarang kapanlagi? Seperti sering kita baca di header situsnya. Di bawahnya ada kata-kata promosi; Indonesia biggest entertainment site. Sempurna. Hehehe.

Bentuk jamnya mungil dan menyerupai model daun. Malamnya langsung aku coba dan menghidupkan alarm yang bisa membangunkan kita dari tidur panjang. Dan benar jam itu bisa dijadikan sebagai teman yang baik, meski kadang-kadang suara alarmnya menjengkelkan (hehehe ketahuan deh jika aku malas bangun tidur).

Dua hari berselang, ada acara buka bareng sesama aktivis HANTAM di Ummy Malaya. Seru juga berkumpul lagi setelah lama tak pernah ada lagi acara kumpul-kumpul. Padahal dulu kami sering rapat, baik siang atau malam hari, tentang rencana demo. Kawan-kawan semua tukang demo, dan kuliah hanya profesi sampingan saja. Tahu sendiri bagaimana jika sudah berkumpul, obrolannya bisa macam-macam, dari persoalan politik yang tak mampu aku cerna hingga soal perempuan. Malah, perempuan yang buka puasa di tempat itu tak henti-hentinya jadi topik bahasan.

Aku perhatikan, banyak yang sudah berubah di antara kawan-kawan. Semua mereka jadi orang sukses. Ada yang jadi tokoh politik, aktivis lingkungan, tim asistensi gubernur, guru, direktur LSM dan Radio, pegiat pendidikan perdamaian, aktivis antikorupsi, jurnalis, dan sebagainya. Pokoknya, yang hadir di tempat itu sudah komplit. Namun, ternyata ada dua orang kawan yang belum selesai kuliah..."tayue jak kuliah juet keu mahasiswa, buet tiep uroe demo-demo". hehehe. Kami pun tertawa lepas.

*posting with nokia brok

Artikel Terkait

9 comments