16 September 2010

Bakar Al Quran Vs Akal Sehat


Saya cukup menikmati membaca twit tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla soal #akalsehat. Semua hal terutama masalah aktual dikomentari Ulil dan mengaitkannya dengan akal sehat, termasuk soal ide Pendeta asal Florida, Amerika Serikat, Terry Jones yang mengampanyekan pembakaran Al Quran, kitab suci umat Islam. Ulil menulis:
Saat Pdt. Terry Jones mau membakar Quran, baik kaum sekuler atau agamis protes, krn tidak pantas. Di situ akal sehat bekerja. #akalsehat
Saya tidak tahu, apakah karena akal sehat sudah bekerja, akhirnya Pendeta Terry Jones mengurungkan rencana membakar Al Quran saat peringatan tragedy 11 September, Sabtu (11/9) lalu, atau Pendeta Jones tidak tahan dengan aksi penolakan dari sejumlah tokoh termasuk Presiden Obama.

Namun yang pasti pendukung Pendeta Terry Jones tetap membakar Al Quran, seperti yang dilakukan Pendeta Bob Old dan Danny Allen. Keduanya bisa jadi sudah kehilangan akal sehat saat melaksanakan aksinya di Tennessee, AS pada Sabtu (11/9).

Dari rekaman foto yang tersebar di sejumlah situs dan blog, memperlihatkan, kedua pendeta itu menyiram dua Al Quran dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Aksi dua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang kediaman Bob Old, Springfield. Aksi yang mereka lakukan, katanya, sebagai pesan dari tuhan.

Old mengatakan bahwa gereja telah mengecewakan banyak orang karena tidak mendukung aksinya.

"Saya yakin bahwa sebagai negara kita berada dalam bahaya," ujarnya.

"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," katanya sambil memegang Al Quran sebelum kemudian membakarnya.

Kedua pendeta itu lantas melakukan apa yang disebutnya sebagai "demonstrasi damai" dengan sedikit gegap gempita. Delapan orang wartawan ikut menyaksikan aksi kedua rohaniwan gereja itu.

Aksi mereka tentu saja tidak dapat dibenarkan oleh logika apapun, terutama #akalsehat. Karena, aksi jelas menunjukkan kebencian terhadap suatu agama, Islam, dan kemungkinan akan mendatangkan reaksi yang jauh lebih keras. Di Twitter sejumlah orang mengutuk dan mengecam aksi kedua pendeta yang sudah kehilangan akal sehat itu. Pemilik akun @efmg misalnya, dia menulis:
Terkutuklah para pastor pembakar Quran di Tenesse, US. Ini kafir harbi yg harus diperangi! @yuswardi_ali @NurSafri @Thamren @almubarak.
Sebelumnya, pemilik akun @yuswardi_ali juga mengutuk keras aksi ‘terkutuk’ tersebut:
Terkutuklah para kaphee laknat itu! @NurSafri @Thamren @efmg @almubarak.
Sejauh ini sudah tak terhitung lagi sudah berapa orang mengutuk aksi membakar salah satu kitab suci tersebut. Namun, saya percaya umat Islam tidak akan gegabah dengan membalas aksi mereka tanpa memperdulikan akal sehat. Perang ‘antar agama’ memang sudah disulut oleh kedua pendeta itu, tetapi kita perlu menahan diri bahwa kita masih memiliki akal sehat. Kita berharap umat Islam di Aceh tidak ikut-ikutan membakar Injil atawa sampai membakar gereja.


Screenshot dari situs

Yakin dan percayalah, kedua pendeta yang membakar Al Quran itu sudah mengampanyekan kita suci Umat Islam ke seluruh dunia, sehingga orang-orang mulai membicarakannya dan tentu saja membuat mereka penasaran. Orang-orang ini akan mencari Al Quran, kemudian membaca dan memahami maknanya, serta akan membandingkan apakah isi Al Quran seperti disampaikan oleh Pendeta Jones yang banyak berisi kebohongan. Selain itu, aksi pendeta ‘terkutuk’ tersebut juga akan menyadarkan umat Islam sendiri yang lupa membaca Al Quran. Setidaknya mereka akan kembali membaca Al Quran dan memahami isinya. Anggaplah aksi para pendeta itu sebagai pesan Tuhan kepada umatnya yang sudah lupa kepada kitab suci yang sudah diturunkan kepada mereka.

Selain itu, kita harus selalu yakin bahwa Al Quran itu merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad. Al Quran merupakan wahyu Allah. Diperlakukan bagaimana pun (termasuk aksi pendeta yang membakar kopian Al Quran), Al Quran tetap suci. Pembakaran itu tidak mengurangi apapun dari kandungan isi Al Quran. Ingatlah pesan Allah dalam Al Quran: Inna nahnu nazzalnaz Zikra wa innahu lahafidzun. (Sesungguhnya kamilah yang sudah menurunkan Al Quran, dan kami pula yang akan menjagaNya).
Jadi, Umat Islam tidak perlu takut kehilangan kemukjizatan Al Quran apalagi sampai menghilangkan isinya. Toh, pendeta itu hanya membakar foto copy-nya saja. Jadikan aksi para pendeta itu sebagai pesan bahwa kita harus selalu menggunakan akal sehat, karena membakar kitab suci menunjukkan kita sudah kehilangan akal sehat (pungo).

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon