04 April 2012

Bijak Menyikapi Survei

Beberapa hasil survey terkait pemenang Pilkada Aceh 2012 sudah diumumkan, dan hasilnya juga sebagian sudah kita ketahui. Survei LPN, misalnya, menempatkan Muhammad Nazar (Wakil Gubernur sekarang) sebagai pemenang. Hasil survey LPN ini semakin diperkuat oleh hasil survey susulan yang dilakukan Occidental Research Institute (ORI) dan Puskaptis. Kedua survey terakhir juga menempatkan Muhammad Nazar sebagai pemenang, masing-masing 45 persen dan 42 persen.

Jauh sebelumnya, meski tak dibocorkan ke publik, survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) justru bertolak belakang dengan hasil survei lembaga seperti sudah kita sebutkan di atas. Dalam survei LSI justru yang keluar sebagai pemenang adalah Irwandi Yusuf (Gubernur Aceh 2006-2011).

Selain survei-survei tersebut, sejumlah media juga membuat polling tentang calon gubernur pilihan pembaca. Hasilnya justru berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Polling di Waspada, misalnya, menempatkan Darni Daud sebagai pemenang. Polling di Tabloid Modus, giliran Irwandi Yusuf yang berjaya. Sementara polling di Harian Aceh, menempatkan Muhammad Nazar sebagai pemenang.

Hasil-hasil ini sebenarnya belum dapat dikatakan mewakili suara 3 juta rakyat Aceh yang berhak memberikan suara. Soalnya, kita tahu kualitas survei dewasa ini, yang banyak dilakukan atas pesan sponsor.

Masing-masing kita memiliki pendapat yang berbeda-beda terkait hasil survei dan polling tersebut. Pendapat kita sangat tergantung kita berdiri pada posisi yang mana, pengamat, akademisi atau pendukung salah satu calon.

Aceh, sebagai satu satu daerah yang dinamika politiknya cepat berubah, hasil survei tersebut sering tak memiliki makna apa-apa. Dia hanya tinggal sebagai angka mati. Ingatan kita kembali saat Pilkada 2006 silam. Survei yang dibuat oleh sebuah lembaga, menempatkan posisi Azwar Abubakar sebagai pemenang, meski mayoritas masyarakat Aceh menyakini Humam Hamid-Hasbi Abdullah yang bakal keluar sebagai pemenang. Figur sekaliber Sydney Jones sendiri malah membuat blunder, yang meramalkan Ghazali Abbas Adan sebagai pemenangnya.

Apa yang terjadi? Kandidat yang justru tak diperhitungkan, Irwandi yusuf dan Muhammad Nazar keluar sebagai pemenang dalam satu putaran, dengan memperoleh 38,20% suara pemilih.

Dalam survei-survei yang dilakukan sebelumnya pasangan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf, kandidat yang diusung oleh Partai Aceh sama sekali tak ditempatkan sebagai pemenang. Apalagi, saat itu, pasangan mantan kombatan GAM ini belum secara resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat yang bakal bertarung.

Yang menarik adalah, survei terakhir (survei ketiga) Occidental Research Institute (ORI) yang hasilnya jauh bertolak-belakang dengan hasil survei lembaga ini sebelumnya. Jika dalam dua survei pertama, Muhammad Nazar selalu keluar sebagai pemenang, maka dalam survei terakhir, nama ini jauh tertinggal (berada di posisi nomor tiga di bawah Irwandi). Survei terakhir ORI mengunggulkan Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf sebagai pemenang Pilkada Aceh.

Lalu, bagaimana hasil Pilkada Aceh yang sebenarnya? Ini momen yang layak ditunggu.[]

---- Note: Hasil pilkada Aceh pada 6 April 2012, pasangan yang diusung Partai Aceh, partai bentukan mantan Kombatan GAM keluar sebagai pemenang dengan memperoleh lebih 50% suara, diikuti Irwandi Yusuf (29%) dan Muhammad Nazar (7%). 

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak