03 July 2014

Fakta Menarik tentang Piala Dunia

Sepak bola adalah hiburan di lapangan hijau dan menjadi olahraga yang paling diminati sejagat. Pemain-pemain bola menjadi idola di mana-mana. Stadion tempat pertandingan sepak bola berlangsung selalu penuh. Televisi yang menyiarkan pertandingan sepak bola ratingnya selalu tinggi. Tak heran, jika perhelatan Piala Dunia selalu menyita banyak perhatian. Ada drama, ada tragedi. Tapi di luar itu, sepak bola menjanjikan keindahan. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang Piala Dunia.

Sejarah FIFA
Lazimnya organisasi internasional menggunakan singkatan dalam bahasa Inggris. Tapi lembaga yang mengurusi sepakbola dan piala dunia ini menggunakan kepanjangan dalam bahasa Perancis: Fédération Internationale de Football Association. Kenapa dipakai bahasa Perancis? Bisa jadi untuk menghormati founding fathers FIFA yang orang Perancis, yaitu Robert Guerin. Sebagai Presiden FIFA pertama, Guerin dikenal sebagai peletak dasar sepakbola modern. FIFA sendiri lahir dari sebuah pertemuan di kantor Union Francaise de Sports Athletiques pada tanggal 21 Mei 1904. Di antara negara yang hadir yaitu Swiss, Swedia, Spanyol, Belanda, Denmark, Belgia, dan Perancis sebagai tuan rumah. Tak ada perwakilan dari Inggris, padahal negeri Ratu Elizabeth itu dikenal sebagai negeri penemu sepakbola.

Timnas Uruguay di World Cup 1930
Tetapi, yang berjasa menggagas Piala Dunia (World Cup) adalah Jules Rimet yang menjabat sebagai Presiden FIFA (1921-1954). Awalnya sepakbola memang masuk dalam pergelaran Olimpiade 1924, sekali pun sukses tapi gaungnya sangat kecil. “Jika sepak bola terikat dengan olimpiade, itu hanya akan seperti turnamen dunia amatir,” katanya.

FIFA pun mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Namun, tak banyak peminat dan hanya empat tim yang tampil.

Tahun 1930, Jules Rimet mengutus Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Perancis (FFF), Henri Delauney untuk merancang sebuah turnamen besar. Akhirnya, Piala Dunia pertama digelar di Uruguay tahun 1930. Uruguay dipilih karena juara bertahan cabang sepakbola Olimpiade 1924, dan bertepatan dengan perayaan 100 tahun kemerdekaan Uruguay.

Indonesia di Piala Dunia
Indonesia tak perlu bersedih karena tak pernah lolos kualifikasi Piala Dunia. Kenapa? Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia pernah berpartisipasi dalam pergelaran Piala Dunia 1938 di Perancis. Tapi, Indonesia saat itu memakai nama Hindia Belanda karena masih dalam masa penjajahan Belanda. Indonesia beruntung bisa langsung ke putaran final, karena di babak kualifikasi, Jepang yang menjadi lawan Indonesia mengundurkan diri.

Para pemain Indonesia yang tampil di Perancis yaitu Mo Heng, Hu Kom, Samuels, Nawir, Meng, Anwar, Hong Dijen, Soedarmadji, Sommers, Pattiwael, Taihuttu. Pada putaran pertama, Indonesia langsung bertemu tim kuat Hongaria. Dalam laga di Stadion Velodrome Municipal, Reims, Indonesia dibantai 6-0 tanpa ampun.

Kartu Merah
Sistem pemberian kartu dalam pertandingan sepak bola mulai diperkenalkan pada Piala Dunia 1970 di Meksiko. Tetapi, dari sejumlah bahan bacaan, ide pemberian kartu tersebut terinspirasi dari kejadian pertandingan perempat final Piala Dunia 1966 antara tuan rumah Inggris melawan Argentina. Laga tersebut dip- impin oleh wasit Wasit Rudolf Kreitlein, asal Jerman. Ceritanya, ketika pertandingan berjalan, kapten Argentina, Antonio Rattin, melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Inggris. Akibatnya, Rattin dikeluarkan oleh Kreitlein. Muncul masalah, karena Rattin tidak mengerti aturan dan juga karena faktor bahasa. Sang kapten pun tetap berada di lapangan.

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Bermodal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Kreitlein, karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin. Sejak itulah muncul ide pemberian kartu untuk pemain yang melakukan pelanggaran.

Trofi Piala Dunia Dicuri
Piala Dunia 1966 di Inggris seperti isyarat sepak bola kembali ke rumah asal. Pasalnya, Inggris sebagai penemu sepak bola menanti 16 tahun untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia. Mereka pun membuat persiapan secara matang dan meriah. Beruntung, di final bersejarah di Stadion Wembley, Inggris keluar sebagai juara setelah menaklukkan Jerman Barat dengan skor 4-2.

FIFA Trophy | net
Tapi ada kejadian unik yang membuat panitia Piala Dunia Inggris pusing. Menjelang bergulirnya turnamen, trofi Piala Dunia yang diberi nama Jules Rimet ini dicuri. Kejadian tersebut terjadi saat pameran pada Maret 1966 di Central Hall, Westminster. Situasi tambah genting karena panitia tak sanggup membuat trofi baru yang benar-benar mirip aslinya. Pasalnya, trofi yang diberi nama Presiden FIFA ketiga tersebut bentuknya cukup unik dan nyaris sulit ditiru.

Di tengah kepanikan tersebut, muncul kabar bahwa trofi Piala Dunia sudah ditemukan. Seekor anjing bernama Pickles membuat lega panitia. Satu minggu setelah pencurian, Pickles mampu mengendus keberadaan trofi Jules Rimet tersebut. Binatang yang memiliki penciuman paling tajam ini mengendus keberadaan trofi tersebut di sekitar semak belukar di Norwood, London Selatan. Ternyata benar, setelah diperiksa ternyata trofi tersebut dibungkus dengan kertas koran.

Gol ‘Tangan Tuhan’
Gol yang dicetak Diego Armando Maradona akan selalu dikenang orang. Setiap orang membicarakan kehebatan Marodona mengocek si kulit bundar, soal gol ‘tangan tuhan’ ini selalu disebut. Ya, itulah gol yang dicetak menggunakan tangan kiri ke gawang Inggris yang dijaga Peter Shilton pada laga perempat final Piala Dunia 1986. Gol pembuka Maradona di pertandingan itu di kemudian hari dikenang sebagai "la mano de Dios" atau gol "Tangan Tuhan". Tapi, setelah gol tersebut, Maradona menciptakan gol hebat tiga menit setelah gol kontrovesial tersebut. Ia dengan aksi solo run dari lapangan tengah, berbelok-belok mencari celah, sambil melewati lima pemain Inggris dan menaklukkan Shilton. Pada 2002, FIFA melakukan jajak pendapat dan menempatkan gol tersebut sebagai gol terbaik sepanjang abad.

Tandukan Zidane
Aksi Zinedine Zidane menanduk Marco Materazzi di laga final Piala Dunia 2006 di Jerman akan terus dikenang. Zidane yang selalu dikenal sebagai pribadi santun tiba-tiba menanduk dada Materazzi hingga jatuh. Pahlawan Perancis di Piala Dunia 1998 tersebut diganjar kartu merah. Belakangan misteri tandukan Zidane tersebut mulai terkuak. Rupanya, pemain berdarah Aljazair tersebut tersinggung oleh ucapan bek Italia itu. Materazzi mengejeknya sebagai anak haram dan meminta kapan bisa tidur dengan kakak perempuannya. []

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak