07 August 2014

Menulis Blog Perlu Engine!

Good stories need an engine, a question the story answers for the reader.

Roy Peter Clark, pendiri Pointer Institute, sebuah lembaga yang fokus pada peningkatan mutu jurnalisme dan penulisan, menulis sebuah buku bagus (menurut saya sih). Judulnya Writing Tools atau Perkakas dalam Menulis. Di bukunya itu, Clark mengemukakan bahwa tidak ada hukum dalam penulisan, namun ada perkakas yang bisa dipakai untuk membuat suatu karya tulis jadi bermutu.

Dari 50 perkakas menulis, Saya tertarik dengan bahasan di perkakas ke-46. Di situ Clark mengatakan bahwa seorang pencerita yang baik, biasanya memulai ceritanya dengan sebuah engine atau mesin. "Start your engines!" Katanya, pertanyaan yang baik (dalam sebuah cerita) mendorong lahirnya sebuah cerita yang bagus (Good questions drive good stories). Sebuah cerita yang bagus, membutuhkan engine.

Lalu, apakah engine itu? Tom French, seperti dikutip Clark, mendefinisikan engine sebagai the question the story answers for the reader. Dalam sebuah tulisan, memunculkan pertanyaan biasanya akan mendorong dan menuntun pembaca untuk mencari jawabannya. Pembaca akan memusatkan perhatian ketika membaca karena terdorong untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang diajukan penulis. Namun, kata French, banyak laporan (tulisan) di koran kekurangan mesin, karena mereka mengungkapkan jawabannya sebelum pembaca tahu ada pertanyaan.

Bagi Clark, sebuah cerita yang bagus mutlak membutuhkan engine (good stories need an engine). Melalui engine ini, seorang penulis atau pencerita menggoda para pembaca agar selalu diliputi rasa penasaran. Mereka tidak akan berhenti membaca sebelum mendapatkan jawabannya.

Menulis Blog Perlu Engine
Soal engine ini, awalnya saya tahu dari tentor menulis saya, Janet Steele, ketika mengikuti pelatihan menulis narasi di Yayasan Pantau, awal Juli 2011 silam. Pengampu kelas narasi saat itu, selain Janet ada juga Andreas Harsono, seorang jurnalis yang juga human right defender. Kata Janet, engine ini penting agar para pembaca ketika membaca tulisan kita seperti orang naik mesin lift, mereka tak akan berhenti atau turun jika belum sampai di lantai yang dituju. Artinya, dia tak akan berhenti membaca sebelum tulisan tersebut selesai, hingga dia mendapatkan jawabannya.

Apakah dalam menulis blog juga penting unsur engine ini? Saya pikir penting. Kenapa? Dalam menulis blog, kita tak semata-mata menulis untuk mesin pencari (google) dengan berharap tulisan kita selalu muncul di halaman pertama hasil pencarian, melainkan juga menulis untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan memberi jawaban untuk para pembaca. Orang menggunakan mesin pencari karena butuh informasi penting dan berharap segera menemukan jawaban atas pertanyaan yang tak mampu dijawabnya dari mesin pencari. Jangan heran, jika posting-posting di blog yang berisi 'how to' atau 'tips' atau 'tahukah anda' lebih banyak dibaca dan dicari ketimbang soal curhat penulis. Pasalnya, saat mencari informasi di internet, mereka sering memulainya dengan bertanya atau mengetik beberapa kata kunci yang bernada pertanyaan, dengan harapan mereka segera mendapatkan jawaban. Blog yang mampu memuaskan rasa ingin tahu pembaca seperti inilah, biasanya bakal ramai dikunjungi.

Saya pikir, semua blogger senang kalau tulisan ringan di blog miliknya dicari dan dibaca banyak orang, apalagi bila tulisan tersebut menginspirasi para pembaca. Kenapa kita perlu memperhatikan hal-hal kecil begini? Ya donk. Sebab, sebuah tulisan yang populer dan dicari orang pastilah mendatangkan banyak perhatian, banyak dibaca dan orang-orang dengan senang hati akan membagikannya ke orang lain. Tapi, apakah sesederhana itu? Ya tidak juga. Selain soal engine, kita juga perlu memperhatikan soal meaning. Ya, apakah tulisan-tulisan yang kita tulis dan posting benar-benar bermakna dan bermanfaat untuk pembaca. Ini penting. Sebab, pembaca tak sekadar membaca untaian kata-kata yang indah saja di blog kita, melainkan apakah tulisan tersebut bermanfaat untuk mereka atau tidak. Saat memutuskan membuka dan membaca tulisan di blog kita, mereka pasti memandang ada sesuatu hal penting yang kita tulis, apalagi jika tulisan itu mampu memberi pemahaman baru dan mencerahkan mereka.

Dua unsur ini, engine dan meaning, sangat penting diperhatikan oleh penulis blog terutama yang memanfaatkan blognya untuk mencari dollar (duit). Mengetahui minat pembaca dan tulisan apa yang mereka butuhkan sangat penting. Pembaca atau pengunjung blog kita merupakan calon pembeli layaknya pengunjung yang sedang melihat-lihat baju di sebuah toko pakaian. Meskipun mereka tak membeli, minimal toko kita sudah disambangi, pasti besok-besok mereka akan datang lagi jika butuh. Karenanya, para blogger penting memperhatikan soal engine dan meaning saat menembak beberapa kata kunci tertentu (keyword) ketika menulis sebuah tulisan atau posting. Kalau kata kunci tersebut sedang trend dan dicari banyak orang, dan kebetulan belum banyak yang tulis, pastilah blog akan muncul di halaman pertama hasil pencarian. Peluang blog kita ini dibuka orang sangat besar.

Di atas segalanya, penting diperhatikan saat membuat posting atau tulisan, tanyakan pada diri sendiri apakah tulisan kita memiliki engine yang mendorong orang membaca tulisan secara melesat, dan apakah tulisan tersebut bermanfaat dan dibutuhkan (punya meaning)? Jika dua hal ini benar-benar diperhatikan oleh para blogger, saya yakin tulisan kita tak hanya layak masuk di posisi pertama hasil pencarian google, melainkan juga blog kita sangat-sangat layak baca! Salam

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak

1 comments so far