18 August 2017

Game of Thrones 7 Episode 6: Terbunuhnya Naga Viserion Daenerys

Apa kabar para penggemar film kolosal Game of Thrones (GoT)? Saya yakin kalian semua sudah menonton film Game of Thrones Musim ke-7 mulai dari episode 1-5. Film yang diadopsi dari novel laris A Song of Ice and Fire tayang setiap Senin di HBO. Awalnya saya merencanakan menulis ulasan setiap episodenya. Namun, karena satu dan lain hal, saya hanya sempat menulis ulasan untuk episode 1-2. Sementara untuk episode 3-5, saya tidak lagi menulis ulasannya. Saya percaya, masing-masing kita sudah melihat bagaimana jalannya cerita di setiap episode dari film epik terlaris itu. 

Kali ini, saya akan menulis ulasan untuk episode 6 yang bakal tayang pada Senin (21/8/2017). Kalian pasti bertanya-tanya kenapa saya berani menulis ulasan sementara filmnya saja belum tayang. Tenang, kalian tidak perlu panik. Ulasan ini saya tulis setelah menonton episode ke-6 dari Game of Thrones Session 7. Saya beruntung mendapatkan bocorannya dari sebuah akun pengguna facebook. Saya menontonnya hingga selesai, dan saya sangat puas dengan setiap detil adegannya. Inilah yang akan saya bagikan kepada pembaca semua. Saya harap meskipun sudah membaca ulasan ini, tak membuat kalian tidak antusias lagi menonton episode ke-6 yang tayang pada Senin lusa.

Night's King (wikia.com)
Oh ya, untuk Anda penggemar karakter Cersei Lannister saya harap tidak berkecil hati. Sebab, di episode ke-6 ini ratu di King's Landing itu sama sekali tidak muncul, begitu juga pasangan incest-nya, Jamie Lannister. Sementara Arya Stark dan Sansa Stark termasuk karakter yang paling sering muncul selain Daenerys Targaryen atau Jon Snow tentu saja.

Ada sejumlah adegan di episode ke-6 ini yang tidak membuat jantung kita berdegup, yaitu adegan Sansa Stark berdebat dengan Littlefinger; Sansa Stark dengan Arya Stark; atau Sansa Stark dengan Brienna. Namun, dialog antara Tryion Lannister dan Daenerys ketika akan terbang dengan Drogo sedikit bisa mengaduk-aduk perasaan kita. Selebihnya tidak ada terlalu menarik.

Bagi saya ada beberapa adegan yang benar-benar membuat jantung kita berdegup di qepisode ke-6 ini. Yaitu adegan yang memang paling ditunggu-tunggu pecinta film kolosal Game of Thrones. Ini dia di antaranya:

Perang dengan White Walkers
Gendry, anak haram dari Raja Robert Baratheon ikut bersama Jon Snow dan kawan-kawan keluar dari The Wall. Dia seorang pandai besi yang tidak pantai bertarung. Mereka berencana membawa pulang salah satu pasukan White Walkers untuk menyakinkan Carsei Lannister agar setuju gencatan senjata. Sebelum episode 6 dirilis banyak spekulasi yang terjadi, misalnya ada komentator film memprediksikan Gendri akan mati pada episode 6 ini. Nyatanya, Gendri berhasil kembali dengan selamat ke The Wall, dan kemudian mengirimkan kabar kepada Daenerys Targaryen.

Night's King dan Viserion
The Wall, sebuah tembok pembatas yang dibangun untuk perlindungan dari pasukan mayat berjalan. Tembok besar ini sendiri dibangun setelah perang yang dikenal dengan War for the Dawn, sebuah perang besar yang melibatkan banyak kerajaan dari benua fantasi Westeros. Dalam perang itu, manusia mampu mengalahkan pasukan white walkers, dan mengusir mereka kembali ke tempat asal mereka di wilayah Utara yang beku. Untuk mengantisipasi kembalinya pasukan mayat berjalan yang dipimpin Night's King, dibangunlah The Wall serta pasukan yang menjaganya yang dikenal dengan Night's Watch.

Jon Snow dan teman-temannya menembus tebalnya kabut dan salju di luar The Wall. Keberadaan mereka di luar The Wall diketahui oleh pasukan White Walkers. Dimulai ketika Jon Snow dan kawan-kawannya diserang oleh beruang yang sudah menjadi Wights, hewan yang sudah mati dan dihidupkan kembali oleh Night's King sebagai pasukannya. Perang dengan Wights itu pun tak terhindarkan. Kelompok Jon Snow mampu mengalahkan hewan mati tersebut.

Beberapa pasukan White Walkers yang melakukan patroli menemukan sisa api unggun yang dibakar Jon Snow dan kawan-kawannya. Pasukan mayat berjalan itu berada tidak jauh dari kelompok Jon Snow, yang sudah mengintai lokasi para White Walkers itu. Lalu, pasukan White Walkers disergap dan perang pun terjadi. Dalam adegan ini kita menemukan beberapa kejadian penting. Misalnya, kita dapat melihat bagaimana Lightbringer, pedang api milik Azos Ahai begitu ampuh menghancurkan pasukan White Walkers, atau kekuatan pedang Longclaw milik Jon Snow ketika menebas komandan pasukan White Walkers dan hancur menjadi pecahan es. Pedang yang ditempa dari baja Valyrian dikenal sangat ampuh untuk membunuh White Walkers. Hal itu terlihat saat Jon Snow membunuh pimpinan pasukan itu, lalu anggota lainnya juga hancur dan mati seketika. Namun, ada satu yang selamat, yang kemudian ditangkap. Dia menjerit keras seperti memanggil pasukan yang lalu. Kepalanya kemudian ditutup dengan kain.

Perang sesungguhnya terjadi tidak lama setelah itu. Pasukan White Walkers dalam jumlah besar mengepung Jon Snow dan kawan-kawan. Mereka dikepung dari segala arah, lalu lari di atas es yang membeku mencari tempat perlindungan. Sebelum mereka mencapai mencapai tempat yang sedikit lebih tinggi, mereka terlibat duel dengan pasukan White Walkers. Jon Snow bisa selamat dari kepungan itu setelah es mencair dan banyak pasukan White Walkers tenggelam saat mengejar kelompok Jon Snow. Pasukan White Walkers yang menyadari bahaya di hadapan mereka memilih tidak jadi mengejar lagi. Namun, mereka dalam posisi mengepung kelompok Jon Snow yang terjebak di atas bongkahan es yang sedikit lebih tinggi.

Ulah iseng Sandor "the Hound" Clegane melempar ke arah pasukan White Walkers yang kemudian memicu perang babak kedua. Awalnya lemparan itu mengenai wajah seorang pasukan mayat hidup itu. Namun, lemparan kedua tidak sempurna lemparan pertama bahkan tidak mencapai jangkauan target. Batu yang dilempar itu jatuh tepat di depan pasukan White Walkers. Menyadari bahwa es kembali membeku, mereka pun mulai maju ke arah kelompok Jon Snow, dan terjadilah perang. Dari segi jumlah, kelompok Jon Snow jelas akan kalah dalam perang antara hidup dan mati itu. Jon Snow dan kawan-kawan dalam posisi terjepit, dan nyaris kalah.

Ketika mereka hampir binasa, datanglah Daenerys Targaryen yang mengendarai Drogon serta dua naga lainnya: Viserion dan Rhaegal. Naga-naga milik Mother of Dragon itu menyemburkan api ke arah pasukan White Walkers dan membuat mereka terbakar. White Walkers ini kebal terhadap senjata kecuali api. Satu persatu anggota kelompok Jon Snow diminta naik ke atas naga. Sial bagi Jon Snow, saat dia meraih tangan Daenerys yang akan menariknya ke atas naga, beberapa anggota White Walkers maju ke arahnya. Jon Snow pun terlibat duel sengit dengan mereka.

Terbunuhnya Viserion
Kejadian yang tidak diduga-duga terjadi pada episode 6 ini. Naga Viserion terbunuh dalam perang dengan pasukan White Walkers itu. Night's King, pimpinan pasukan White Walkers yang diketahui memiliki kemampuan membangkitkan manusia dan hewan yang telah mati serta mengubahnya menjadi prajurit mayat hidup bernama Wights, berhasil membunuh naga Viserion. Night's King ini tidak seperti pasukannya, dia kebal terhadap apapun termasuk api.

Saat Viserion hendak menyerang pasukan White Walkers, Night's King mengambil senjatanya berupa tombak es, dan melemparkannya ke arah Viserion dan mengenai badannya. Naga itu pun berdarah dan jatuh ke dalam es yang sudah mencair. Dia tenggelam. Daenarys dan teman-teman Jon Snow yang berada di atas naga tidak menduga bahwa tombak Night's King bisa mengenai Viserion. Menyadari keadaan itu, Daenerys meminta Drogon terbang. Sekali lagi, Night's King melempar tombak es-nya, tapi tidak sampai mengenai naga yang ditunggangi Mother of Dragon. Mereka pun selamat, kecuali Jon Snow. Raja Utara itu terlibat duel maut dengan pasukan White Walkers dan keduanya kemudian tenggelam di dalam air.

Mata Viserion setelah dihidupkan Night's King
Ketika perang mereda, tiba-tiba Jon Snow keluar dari air dalam kondisi lemah. Dia mencari tempat perlindungan dan berusaha menjauh dari pasukan White Walkers yang masih berada di sana. Pada saat itu, datang pamannya, Benjen, dengan berkuda dan menyerang pasukan White Walkers dengan cambuk api. Dia memberikan kudanya kepada Jon Snow dan membawanya kembali ke The Wall, di mana Daenerys menunggunya dengan perasaan cemas. Sementara pasukan White Walkers mengerubungi Viserion yang terbujur kaku. Night's King yang punya kemampuan menghidupkan orang dan binatang yang sudah mati, mendekati Viserion, naga dengan sisik berwarna kream keemasan dan sayap berwarna merah oranye. Dia menyentuh Viserion yang sedang terbujur kaku. Tiba-tiba, naga itu membuka matanya, dan matanya menjadi biru, seperti mata pasukan White Walkers. Naga Viserion pun kini menjadi Wights. []

Artikel Terkait