10 July 2009

Dreaming Jadi Menteri, Tunggu Telepon SBY

Pemilihan Presiden (Pilpres) usai sudah. Berdasarkan sejumlah hasil quick count lembaga survey, SBY dipastikan memenangkan pertarungan, dalam satu putaran. Kini saatnya bermimpi ditelepon oleh SBY untuk datang ke Cikeas.


Bagi sebagian tokoh, guru bangsa, politisi, pengusaha, sudah saatnya menggemakan slogan Stop Dreaming Start ACTION seperti diserukan Joko Susilo. Jika selama ini para politisi sering menonaktifkan handphone malam hari, maka belakangan ini, handphone mereka lebih sering aktif.

Malah, alat komunikasi tersebut lebih sering ditentengin, dipegang-pegang dan tak pernah lepas dari pantauan. Sedikit lengah, mimpi jadi Menteri dalam kabinet baru, hanya akan jadi mimpi. Maka mereka perlu melakukan ACTION cepat, agar segera ditelepon oleh SBY.

Sudah lumrah, setiap usai pemilihan presiden, Dreaming ditelepon oleh presiden terpilih adalah harapan. Semua pejabat berharap ditelepon. Agar segera mendapatkan telepon, mereka juga melakukan sejumlah ACTION, di antaranya memasang iklan ucapan selamat di Koran, mengirim SMS langsung ke HP presiden, memberi pernyataan di Koran soal kemenangan SBY, dan tak lupa mengirim karangan bunga ke rumah.

Mereka tak hanya kasak-kusuk dengan jantung berdegup, jika tiba-tiba ditelp oleh SBY. Malah, ada di antara pejabat yang bertaruh siapa yang pertama ditelp oleh SBY yang sudah pasti menjadi presiden untuk kedua kalinya. Mereka malah tak lagi memperdulikan, apakah menjadi menteri itu hanya sekedar mimpi atau tidak. Bagi mereka, kini saatnya Stop Dreaming Start ACTION. Siapa cepat dia dapat!

Kemana-mana sekarang, kita yakin, para pejabat itu tak lupa membawa charger, agar begitu handphonenya kehabisan baterei mereka bisa segera mengecahsnya. Malah, mereka pasti akan membeli banyak baterei HP, jika tiba-tiba di tengah jalan low battere.

Mereka juga akan mengurangi menelepon orang lain, apalagi yang tidak penting. Malah, telepon selingkuhan juga akan dikurangi. Mereka tidak mau lengah sedikitpun. Sebab, jika sampai SBY menelepon dan diharuskan menunggu, maka mimpi jadi Menteri hanya tinggal harapan. Kondisi ini mungkin sangat bagus, karena mereka tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menelepon selingkuhan dan melupakan tugasnya melayani rakyat.

Pokoknya, banyak hal menarik yang terjadi saat pemilu usai. Ada yang dulu malu-malu mendukung, karena belum yakin kandidat mana yang menang. Termasuk dalam hal memberikan pernyataan di media pun akan lebih hati-hati. Dalam hal mensponsori dana kampanye, akan dilakukan secara merata. Semua kandidat didukung. Sehingga siapapun yang menang tidak berpengaruh, karena sudah menanamkan saham di mana-mana. Mereka cukup pandai menjaga peluang dan lihai dalam berinvestasi.

Mana ada kan yang mau pengorbanannya sia-sia, dan membantu dengan tulus. Pasti mereka mengharapkan sesuatu setelah pesta usai. Bagi pejabat atau tokoh, mereka pasti berharap dipanggil ke Cikeas dan dapat posisi Menteri. Ada pengusaha yang berharap dapat proyek atau dapat izin untuk memuluskan sebuah program atau usaha. Pokoknya, banyak alasanlah. Yang penting, mereka tak sekedar bermimpi, tapi juga melakukan aksi.

Nah, bermimpilah ditelepon oleh SBY, jika anda ingin jadi Menteri! Stop Dreaming Start ACTION!

Artikel Terkait

2 comments