31 December 2018

Resolusi Blogger Aceh 2019: Sebuah Refleksi

Pekerja online
Tiap menjelang pergantian tahun, banyak orang membuat dan merancang resolusi hidup untuk satu tahun ke depan. Namanya saja resolusi, pasti ada yang realistis dan ada juga yang tidak. Saya pun tak ketinggalan membuat resolusi untuk setahun mendatang.

Biasanya saya cuma membuat dan merancang tiga resolusi untuk setahun kemudian. Kenapa hanya tiga? Selain mudah ketika melakukan evaluasi, juga biar tidak terkesan cet langet terlampau kelewatan. Dan, kalau ada target yang tidak tercapai, kita tinggal memasukkannya lagi sebagai resolusi untuk setahun ke depan.

Tahun 2018 kemarin, misalnya, saya membuat tiga resolusi: traveling ke Kamboja dan Vietnam; menulis satu tulisan setiap hari; dan membeli rumah. Alhamdulillah, dua yang pertama berhasil saya wujudkan, sementara yang terakhir gagal total. Kenapa saya berani merancang resolusi membeli/membangun rumah?

Tahun 2017 merupakan masa-masa paling menggembirakan bagi kreator konten yang mengisi laman Steemit, sebuah platform blogging berbasis blockchain. Banyak cerita sukses dari Steemian (sebutan untuk pengguna Steemit) yang sudah saya dengar. Platform Steemit benar-benar dapat diandalkan sebagai skema mencari penghasilan online, dan ketika itu keberadaan sangat menjanjikan. Soalnya, ada steemian yang mampu menghasilkan hingga Rp1 juta–Rp3 juta dari satu postingan di Steemit. Itulah saat bulan madu kreator konten dengan Steemit sedang menggebu-gebu.

Namun, begitu memasuki 2018, sudah mulai ada tanda-tanda pesona Steemit meredup. Hal itu ditandai dengan mulai anjlok-nya harga Steem/SBD, jenis reward dari aktivitas di Steemit. Selain itu, harga uang kripto seperti Bitcoin mulai stagnan dan menjelang pertengahan tahun harganya mulai turun perlahan-perlahan. Hingga akhir tahun 2018, harga Bitcoin dan mata uang kripto lain terus menukik tajam, berhenti pada angka Rp50 juta per 1 Bitcoin (BTC).

Penurunan harga mata uang kripto ini sangat berpengaruh pada kreator konten di Steemit. Semangat menghasilkan konten mulai menurun dan memudar. Tidak ada lagi gegap-gempita Steemian menggelar MeetUp di berbagai tempat, bikin kontes atau kopdar dalam skala kecil. Bahkan para penganjur dan motivator Steemit pun satu persatu undur diri, entah di mana mereka memilih tempat bersemedi.

Menurunnya harga mata uang kripto dan rendahnya jumlah vote di Steemit membuat pendapatan para Steemian juga menurun. Tidak ada lagi target muluk-muluk dari para kreator. Malah, ada yang mulai pasrah, meniatkan aktivitas menulis di Steemit sebagai medium menabung tulisan. Setidaknya inilah yang saya lakukan selama ini.

Alhasil, target membeli rumah terlepas dari genggaman. Padahal, melihat trend pendapatan dari satu postingan di Steemit tahun lalu, saya berani memasang target tinggi. Sebagai informasi, ketika harga Steem/SBD masih stabil, saya yang kreator pemula mampu menghasilkan Rp500 ribu-Rp1,5 juta dari satu tulisan. Hitung saja berapa yang bisa kita hasilkan sebagai kreator konten jika konsisten memposting 1 tulisan/konten setiap hari. Duh, itu jumlah yang sangat besar untuk seorang blogger yang selama ini mengemis receh dari Google.

Nah, karena sebentar lagi kita memasuki tahun 2019, saya pun mulai merancang resolusi. Kali ini, resolusi saya tidak lagi muluk-muluk, dan saya pikir sangat realistis: meningkatkan trafik blog Aceh Pungo hingga 10.000 pageviews per hari; pendapatan dari Google AdSense $50 per hari; dan traveling bersama keluarga ke Malaysia pada akhir tahun.



Semoga saja resolusi yang tidak seberapa muluk-muluk itu bisa tercapai. Nah, apa resolusi kalian para blogger untuk 2019?

25 December 2018

Setelah 3 Bulan Mencoba Sosiago, Sebuah Platform Influencer Marketing

Meski sudah lama aktif di iBlogMarket, namun di Sosiago saya baru aktif pada Oktober 2018 lalu. Saya tertarik setelah mempelajari platform influencer marketing ini yang berbeda dari platform sejenis.

Dulu, sewaktu di iBlogMarket, saya urung mendaftarkan blog (kalau tidak salah mungkin hanya blogspot yang saya daftarkan) dan jarang sekali mendapatkan task campaign alias article placement. Alhasil, saya sama sekali tidak mendapatkan penghasilan dari iBlogMarket.

coba sosiago influencer marketing

Di Sosiago, saya mendaftarkan blog acehpungo.com untuk mendapatkan job dari advertiser. Saya percaya, blog saya itu memiliki peluang mendapatkan job online karena sudah saya optimasi sedemikian rupa. Meski rangking di Alexa masih belum begitu bagus, tapi posisi di search engine untuk beberapa kata kunci menunjukkan hasil yang sangat baik. Karenanya, saya sangat yakin bakal banyak advertiser yang tertarik untuk memberikan jobs.

Memang, setelah 3 bulan aktif di Sosiago jumlah task yang saya terima masih terbilang sedikit dibanding blogger lain yang lebih senior. Dari 17 campaign yang join, baru 4 task yang sudah saya terima dan semuanya kini berstatus approved. Pun begitu, belum sekali pun pernah withdraw alias payout. Soalnya, pendapatan dari 4 task tersebut belum mencapai angka satu digit. Pendapatan dari Sosiago itu kemudian saya anggap sebagai uang celengan.

Baca juga: Mau Sukses di Era Digital, Coba Sosiago Influencer Marketing

Bagi blogger pemula yang memiliki blog dengan rangking pas-pasan sangat dianjurkan untuk mendaftar Sosiago, sebuah platform influencer marketing asli Indonesia. Sosiago bukan hanya cocok untuk blogger melainkan juga mereka yang aktif di media sosial seperti Instagram dan Twitter serta para Youtubers. Mereka dapat mengandalkan Sosiago sebagai salah satu medium menghasilkan uang dari aktivitas online.

Lalu, bagaimana kesan saya setelah 3 bulan aktif di Sosiago? Sejauh ini, sebagai platform influencer marketing, Sosiago masih sangat menjanjikan bagi para blogger, buzzer dan YouTubers dalam mendulang rupiah. Bagi blogger yang belum mendaftar, sudah saatnya bergabung dengan Sosiago Indonesia: prosesnya sederhana dan gratis!

08 December 2018

Cara Monetisasi Blog untuk Pemula

Kali ini saya akan mengupas cara monetisasi blog untuk blogger pemula. Apa yang saya tulis ini berangkat dari pengalaman pribadi selama menekuni profesi blogger. Cara yang saya sampaikan ini benar-benar bisa diterapkan, syaratnya hanya satu: serius merawat blog sebagai sumber penghasilan.

Banyak penulis blog menyebutkan bahwa nge-blog dapat menjadi salah satu aktivitas yang menjanjikan dan menjadi sumber pendapatan. Bahkan, mereka banyak mengupas kisah sukses para blogger yang mampu meraup jutaan rupiah dari blog. Namun, kalian jangan mudah terkecoh dengan kisah-kisah sukses tersebut. Bagi banyak orang, blog memang menjadi salah satu alternatif mengumpulkan pundi-pundi dollar, tapi tidak semua orang memiliki peruntungan serupa.

cara monetisasi blog
Para blogger sukses yang menempati daftar blogger dengan penghasilan tertinggi tidaklah mendapatkannya secara instan. Mereka berjuang dari bawah, mengumpulkan receh demi receh, dan kemudian belajar menjadi blogger profesional dengan menerapkan berbagai teknik dan tips membangun blog yang dibanjiri pengunjung. Mereka mungkin saja pernah gagal berkali-kali dan hampir menyerah. Namun, mereka memilih tidak menyerah.

Ada banyak cara monetisasi blog yang bisa dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan Google Adsense. Di kalangan blogger, program periklanan dari Google ini sangatlah populer, hampir semua blogger pernah memanfaatkannya untuk memonetisasi blog. Bukan hanya karena produk ini berasal dari salah satu mesin pencari terbesar di dunia, melainkan karena sejauh ini Google Adsense masih bertengger sebagai platform yang membayar lebih tinggi. Tapi, tidak mudah mengumpulkan pundi-pundi dollar dari Google Adsense terutama untuk blog berbahasa Indonesia yang cost-per-click (CPC)-nya sangatlah kecil.

Kalau pun kalian memilih menggunakan Google Adsense, sebaiknya kalian harus memiliki sifat sabar lebih banyak dari sebelumnya. Soalnya, untuk blogger pemula yang mengelola blog bahasa Indonesia, pendapatan yang kita dapatkan dari Google Adsense sangatlah kecil, dan butuh berbulan-bulan untuk bisa payout. Pun begitu, tidak tertutup kemungkinan juga kalau blog bahasa Indonesia bisa menghasilkan. Asalkan, kita memilih dan membuat blog dengan topik (niche) yang banyak dicari orang. Ada seorang teman saya, dia cuma mengelola blog yang mengupas soal peraturan desa, informasi desa, dan segal tetek-bengek perdesaan, dan bisa payout setiap bulan.

Jadi, kalau kalian memilih cara monetisasi blog melalui Google Adsense, maka kalian mutlak memiliki blog yang benar-benar unik dan mengisi konten yang benar-benar dibutuhkan banyak orang. Seperti kita tahu, trafik adalah salah satu kunci untuk mendulang banyak uang melalui blog. Kalian tidak harus belajar tentang teknik SEO yang kadang-kadang bisa bikin gila karena setiap tahun algoritma-nya diupdate oleh Google, melainkan cukup memanfaatkan jaringan media sosial untuk membagikan konten. Bangun komunitas pembaca yang memiliki ketertarikan dengan topik yang kalian tulis. Saya yakin, pelan-pelan blog yang kalian kelola akan memiliki pembaca setia. Para pembaca ini tidak akan sungkan-sungkan membagikan konten blog kalian kepada teman-temannya karena topik yang kalian bahas dibutuhkan oleh mereka.

Baca juga: Mau Sukses di Era Digital, Coba Sosiago Influencer Marketing

Oh ya, kalian juga bisa mencoba Sosiago, sebuah platform influencer marketing asli Indonesia. Memanfaatkan sosiago bisa menjadi salah satu cara monetisasi blog dengan pendapatan yang juga menggiurkan. Sosiago adalah re-branding dari iBlogMarket yang selama tiga tahun lebih menemani para blogger mencari uang melalui blog. Mendaftar di Sosiago bisa menjadi salah satu alternatif untuk para blogger mendapatkan uang. Kita tidak perlu bersusah-payah mencari pemasang iklan/pemesan tulisan, karena pihak sosiago yang akan mencari brands/advertiser untuk kita. Yang perlu kita lakukan adalah mendaftar untuk mendapatkan article placement yang biasanya disesuaikan dengan kategori blog.


Sekilas memang mirip dengan proses lelang, di mana kita harus bersaing dengan banyak blogger lain yang juga ingin mendapatkan job article placement. Yang harus kita lakukan adalah selalu mendaftar untuk campaign yang kita terima dan berdoa saja agar blog kita terpilih. Sejak mendaftar blog saya, acehpungo.com, pada November lalu di Sosiago, saya sudah mendapatkan dua campaign di mana masing-masing dibayar Rp112.500 untuk artikel sepanjang 300 kata. Enaknya, kita hanya tinggal mempublikasikan saja artikel yang sudah disiapkan itu. Sangat mudah, bukan?

21 November 2018

Cara Mendaftar Google News, Tiga Hari Langsung Diterima

Google News
Cara mendaftar Google News ini sangat berguna bagi blogger yang ingin mendulang trafik organik dari Google. Blogger yang mengelola blog berjenis berita sangat dianjurkan mendaftar google news. Mereka tidak perlu bersusah payah mengoptimasi blog agar SEO Friendly. Melalui google news, sebuah blog berkategori berita sangat cepat diindeks oleh Google selaku mesin pencari terbesar di dunia.

Bagi yang belum mengerti apa itu Google News, penjelasan dari laman Wikipedia ini bisa membantu. Situs ensiklopedia virtual itu mendefinisikan Google News sebagai "layanan kompilasi berita yang secara otomatis menampilkan berita dari berbagai media. Google News juga menyediakan layanan pencarian berita dengan hasil pencarian berupa-berita yang sesuai dengan kata kunci."

Melalui postingan kali ini, saya akan membagikan pengalaman cara mendaftar google news agar cepat diterima. Cara yang saya gunakan termasuk ampuh. Soalnya, saat mendaftar blog ke google news, tiga hari kemudian blog saya langsung muncul di pencarian berita. Itu artinya, aplikasi blog saya sudah di-approved oleh Google dan muncul dalam pencarian berita. Kalian tentu saja tidak akan percaya, bukan? Soalnya banyak teman blogger mengatakan bahwa masa tunggu sebuah blog setelah submit ke Google News agar diterima atau ditolak itu membutuhkan waktu 30 hari atau satu bulan.

Entah sedang mujur atau Google sedang berbaik hati, blog saya Aceh Pungo hanya membutuhkan waktu 3 hari saja untuk diterima oleh Google. Ini tentu saja di luar kebiasaan. Tapi, itulah yang saya alami dan karenanya melalui postingan ini saya akan membagikan kiat dan trik untuk menaklukkan seleksi ketat dari Google News yang tanpa kompromi itu.

Sebagai informasi, kalau blog kalian sudah men-submit ke google news dan ternyata ditolak, maka kalian harus menunggu selama 90 hari untuk bisa mengajukan atau mendaftarkan kembali blog kalian ke Google News. Jadi, sebelum memutuskan mendaftar blog ke Google News, kalian harus sudah benar-benar yakin bahwa semua persyaratan yang ditetapkan oleh Google dipenuhi. Kalau belum yakin, mending tidak usah dulu mendaftar. Masa tunggu 90 hari itu tidaklah sebentar, sobat!

Yuk, kita simak tips cara mendaftar Google News dari saya agar tiga hari langsung diterima oleh Google News.

Pertama, kalian harus memiliki blog TLD (top level domain). Kalau kalian serius menginginkan blog kalian masuk ke google news, mau tidak mau, kalian harus mempunyai blog TLD. Saya tidak menjamin blog gratisan seperti milik saya ini akan lolos seleksi dari tim Google News. Kenapa harus memiliki domain TLD? Blogger yang memiliki domain TLD dianggap lebih serius mengelola blog ketimbang blog gratisan. Kalau belum memiliki domain TLD, segera beli sesuai dengan niche yang kalian sukai.

Kedua, blog kalian harus berumur minimal 6 bulan. Kalau kalian membeli domain TLD sekarang, sebaiknya jangan dulu mendaftar ke Google News. Jangankan ke Google News, untuk mendaftar Google Adsense saja tidak dianjurkan. Lebih baik fokus mengoptimasi blog dan meng-update tulisan secara rutin, minimal 5 postingan sehari. Jadwal postingan kalian atur secara berimbang, misalnya pagi, siang, sore dan malam. Jangan posting tulisan dalam waktu yang berdekatan, karena itu terkesan kalian nge-blog suka-suka.

Ketiga, lengkapi informasi dan navigasi blog. Bagi saya, inilah hal terpenting yang harus cara mendaftar Google News versi saya. Blog yang akan kalian daftar ke google news usahakan memiliki sitemap dan breadcrumb yang memudahkan Google menemukan konten kalian. Selain itu, kalian harus menyediakan informasi penting terkait blog kalian seperti tentang kami (about us), kebijakan privasi (privacy policy) atau term of use, disclaimer, pedoman media siber, dan kontak kami (contact us). Informasi-informa ini akan membuat blog kalian terpercaya.

Sebagai informasi, sebelum saya mendaftarkan blog saya ke google news, saya lebih dulu melengkapi data terkait informasi blog ini. Setelah semuanya saya anggap lengkap dan sempurna, barulah saya mendaftar ke google news.

Keempat, submit ke Google Search Console. Agar dapat mendaftar ke google news, situs kalian harus sudah diverifikasi di Google Search Console (dulunya bernama Webmaster Tools). Jadi, dengan mendaftarkan situs atau blog di Google Search Console akan memudahkan saat kalian mendaftar ke Google News: kalian nanti akan melihat keterangan "request inclusion in Google News" dan meng-klik tulisan tersebut untuk mendaftar. Selanjutnya, tinggal kalian isi sesuai dengan isi blog kalian.

Kelima, tampilan blog bergaya newspaper. Namanya Google News, otomatis blog yang akan kalian daftarkan memiliki tampilan situs berita. Usahakan kalian menggunakan desain/template bergaya situs berita. Ada banyak template bergaya magazine atau newspaper di internet. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan selera kalian.

Keenam, blog memiliki banyak penulis (author). Situs berita yang update setiap hari tentu saja tidak mungkin dikelola sendirian. Situs kalian harus memiliki banyak penulis, minimal 5-6 penulis untuk masing-masing kategori. Setiap hari, kalian harus memposting berita per kategori minimal 3 berita. Sebelum mendaftar blog ke Google News, usahakan agar para penulis blog kalian memposting tulisan untuk setiap kategori yang ada. Ini harus dilakukan seminggu sebelum kalian men-submit blog ke Google News dan saat masa review blog kalian oleh Google.

Bagi blog personal sangat sulit mengajak para penulis lain mau menulis di blog kita. Tapi ini bukan masalah besar. Kalian bisa membuat akun beberapa penulis sesuai nama yang kalian inginkan, dan usahakan agar nama penulis ini tercantum di bagian redaksi atau laman About us. Buat saja lebih simpel, misalnya penulis A menangani rubrik 1; penulis B menulis di rubrik 2; dan seterusnya.

Ketujuh, buat permalink sesingkat mungkin. Kalian bisa mengatur ini di fitur permalink dashboard situs kalian. Biasanya, Google sangat senang dengan permalink ringkas, seperti https://domainanda.com/judul-tulisan. Permalink singkat ini juga akan berguna ketika kalian melakukan optimasi untuk keperluan SEO blog.

Kedelapan, loading blog. Siapa pun pasti tidak suka kalau loading blog lambat. Pengunjung pasti akan segera mengklik tombol close kalau berjumpa dengan situs yang lambat/lemot saat dibuka. Google juga menyukai blog yang sangat cepat ketika diakses.

Bagaimana cara submit ke Google News? Sebenarnya ada dua cara mendaftar Google News. Merujuk pada penjelasan dari laman Google News, ada dua cara mengirim konten blog agar muncul dalam google news/google berita, yaitu: penerbit dapat mendaftarkan persyaratan bisnis dan melisensikan konten ke Google News melalui fitur Producer google news; atau pengirim dapat mengirim situs untuk disertakan ke google news melalui Pusat Penerbit, seperti yang kita bahas di atas.

Untuk mendaftar blog ke Google News, kalian bisa mengunjungi laman Pusat Penerbit melalui link berikut ini: Daftar Google News. Nanti kalian akan melihat gambar seperti di bawah ini.
Cara mendaftar Google News
Kalau blog kalian sudah diterima oleh Google News, kalian akan melihat tulisan "Included (News Index)" di bawah fitur News. Namun, kalau belum ada blog yang terindex Google News, kalian akan menjumpai tulisan "Request Inclusion in Google News". Kalian klik saja tulisan tersebut dan mulailah mendaftar google news.

Lalu, apa manfaat mendaftarkan blog ke Google News? Tentu saja banyak sekali manfaat dengan mendaftar blog ke google news. Di antaranya, blog kita langsung diindeks oleh Google setelah kita memposting tulisan. Jadi, tanpa perlu melakukan optimasi SEO, blog kita langsung terindeks di Google. Kalau kalian ingin agar blog kalin muncul di Google Trends untuk topik yang sedang hangat, usahakan untuk membuat postingan terkait topik tersebut minimal 5 tulisan. Trik ini akan membantu peningkatan lalu-lintas/trafik blog dan akan dihitung sebagai trafik organik.

Nah, kalau trafik blog kalian melimpah, tentu saja penghasilan kalian dari Google Adsense akan meningkat. Dengan jumlah pengunjung yang melonjak tajam, peluang mereka mengklik iklan yang dipasang di blog akan sangat besar. Bagi para blogger, trafik berarti sinyal datangnya dollar.

Demikianlah cara mendaftar Google News yang sudah saya praktikkan, dan alhamdulillah hanya butuh tiga hari blog saya langsung diterima masuk Google News. Saya tidak menjamin cara di atas akan mendapatkan hasil serupa bagi Anda. Soalnya, sebelum mendaftar Google News, blog saya sudah memiliki ribuan konten. Tapi, mencoba tidak ada salahnya, bukan?

13 November 2018

Mau Sukses di Era Digital, Coba Sosiago Influencer Marketing

Kenapa kita harus coba sosiago influencer marketing? Inilah pertanyaan sederhana yang akan kita jawab melalui postingan sederhana ini. Sosiago adalah platform influencer marketing produk anak negeri, dan karenanya perlu mendapat dukungan dari banyak pihak: apakah itu dari selebgram, buzzer, blogger maupun dari youtubers. Tidak hanya para influencer, para pemilik brand, advertiser maupun pemilik produk tertentu perlu mencoba platform Sosiago ini.

Sosiago adalah tempat terbaik, di mana para pemilik brand/advertiser dan influencer, bertemu, bekerjasama dan saling mendukung. Pemilik brand butuh influencer untuk mempromosikan sebuah produk agar go-publik, sementara influencer yang memiliki pengaruh di mata para pengikutnya membutuhkan kerja sampingan sekaligus mengasah branding mereka sendiri sebagai sosok panutan, dan karenanya mereka akan dibayar mahal. Bagi influencer pemula, bergabung dengan sosiago juga bisa menjadi sumber penghasilan.
Coba sosiago influencer marketing
Kalau ada yang bertanya, mengapa owner sebuah produk (brand) atau advertiser perlu coba sosiago influencer marketing? Tanpa perlu pikir panjang, kita bisa langsung menjawabnya, bahwa sebuah brand butuh citra. Dan, di internet marketing, citra itu mampu dibentuk oleh para influencer selaku trendsetter di era digital. Jawaban serupa begini, juga dapat kita temukan saat mengakses laman depan (landing page) Sosiago, di mana kita dihadapkan pada kalimat khas pemasaran, "Tingkatkan Awareness Bisnis Anda Melalui Pemilihan Influencer yang Tepat."

Apa itu Sosiago?

Dari segi nama, Sosiago memang tampak seperti pemain baru dalam industri internet marketing, tapi sebenarnya tidaklah benar-benar baru. Sosiago merupakan re-branding dari situs iBlogMarket yang sejak tiga tahun lalu menjadi wadah mempertemukan para pemasang iklan/advertiser dengan influencer.

Di era digital super-canggih seperti sekarang ini, model promosi konvensional tidak lagi benar-benar membantu, bahkan akan terlihat usang. Brand perlu melirik para influencer yang kini mengendalikan jagat media sosial, terutama terhadap follower (pengikut) mereka. Daripada memasang iklan di koran, pemilik produk kini lebih memilih menggunakan influencer untuk memasarkan produk mereka, demi menjangkau kaum milenial.

Sosiago yang hadir pada 18 Oktober 2018 lalu, tampil untuk menjembatani pada pemilik brand/advertiser dengan influencer. Seperti kita tahu, advertiser atau pemilik brand membutuhkan para influencer (blogger, selebgram, buzzer atau youtubers), demikian juga sebaliknya. Sebuah kolaborasi yang sama-sama menguntungkan dari sisi bisnis. Inilah yang disebutkan dengan kolaborasi simbiosis mutualisme.

Sebenarnya owner brand/advertiser dapat memilih langsung memasarkan produknya ke sekelompok besar konsumen, tapi pengaruhnya kecil sekali pada peningkatan awarenes bisnis mereka. Lebih tepat kalau mereka membayar para influencer untuk mempromosikan produk dan menyampaikan pesan bisnis seperti yang mereka inginkan. Selain nampak normal, pengaruhnya juga sangat luar biasa dari sisi marketing.

Sebagai platform influencer marketing, Sosiago kini (saat tulisan ini ditulis) memiliki total 20150 influencer: dari jumlah tersebut, ada 2791 blogger; 268 buzzer di twitter; 695 selebgram; dan 352 youtubers. Dengan memanfaatkan sosiago, advertiser dapat memilih materi kampanye (iklan) seperti apa untuk menjangkau audiens: apakah untuk para pengguna Youtube, Instagram, Twitter atau pembaca blog. Menariknya, semua tersedia di platform Sosiago.

Baca juga: Cara Monetisasi Blog untuk Pemula

Influencer dari platform sosiago akan membantu menyampaikan pesan bisnis dari owner ke pasar yang lebih luas dengan cara organik. Mereka mungkin saja menggunakan merek/brand dari sebuah perusahaan dalam postingan mereka, memposting testimoni tentang brand atau mempublikasi konten yang sudah disiapkan advertiser. Oleh influencer itu, materi kampanye itu akan diolah sedemikian rupa sehingga tampak natural. Inilah alasannya, kenapa pemilik brand perlu coba sosiago influencer marketing, yaitu demi meningkatkan nilai brand mereka di mata publik.

Sosiago untuk advertiser
Kenapa harus coba sosiago influencer marketing? Karena Sosiago dapat menghemat waktu dan tenaga Anda. Sosiago mempermudah Anda menemukan influencer yang tepat, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 60 detik. Sosiago juga memberikan pengalaman terbaik bagi advertiser menjalankan influencer marketing campaign dengan berbagai fitur kemudahan.

Misalnya, di Sosiago, advertiser dapat mencari influencer sekaligus melihat harga yang ditawarkan tanpa biaya tambahan (GRATIS selamanya). Kalau sudah ketemu, komunikasikan langsung pekerjaan yang Anda butuhkan dengan influencer. Dan, setelah semuanya selesai, monitoring pekerjaan yang tampilannya sangat user friendly dan informasi data yang disajikan pun sangat lengkap .

Intinya, melalui Sosiago, pemilik brand/advertiser hanya perlu melakukan tiga langkah mudah untuk melakukan promosi bisnis.

1. Buat Campaign
Buat bahan promosi atau kampanye baru dengan beberapa pilihan tipe sosial media yang bisa disesuaikan. Melalui cara ini, advertiser bisa menyesuaikan target audiens yang hendak dituju.

2. Pilih Influencer
Setelah bahan promosi dibuat, pilih sarana promosi yang cocok dari influencer yang terdaftar di Sosiago, dan segera komunikasikan langsung brief/pengenalan bisnis Anda.

3. Dapatkan hasil
Anda langsung bisa memantau performa awareness bisnis Anda melalui laman dashboard. Feedback bisa langsung dilihat saat itu juga.

Sosiago untuk influencer
Siapakah sebenarnya para influencer marketing itu? Dia bisa siapa saja, mulai dari artis yang baru naik daun hingga pesohor yang namanya saban hari dikutip media. Selain memiliki ratusan ribu hingga jutaan pengikut di dunia maya, mereka mampu mempengaruhi pandangan para pengikutnya itu. Apa yang mereka pakai, kalimat yang mereka lontarkan atau film yang mereka tonton, diikuti dengan patuh oleh penggemarnya. Secara tidak sadar, apa pun yang mereka pakai dan lakukan segera menjadi trendsetter di kalangan masyarakat.

Mengapa mereka memiliki pengaruh demikian besar? Jawabannya adalah karena mereka memiliki ratusan ribu bahkan jutaan pengikut di dunia maya. Melibatkan mereka untuk memasarkan sebuah produk merupakan pilihan yang tepat, karena akan membantu meningkatkan "awareness bisnis Anda." Dan, dengan memanfaatkan sosiago influencer marketing, sebagai pemilik brand Anda tidak perlu bersusah-payah mencari influencer yang tetap untuk mempromosikan bisnis Anda. Soalnya, semuanya akan dilakukan oleh Sosiago Indonesia sebagai platform influencer marketing.

Lalu, apa manfaat yang didapatkan para influencer dengan bergabung dan coba Sosiago? Sejauh ini, sosiago banyak dimanfaatkan oleh para influencer (blogger, buzzer, selebgram dan youtuber) untuk mendapatkan penghasilan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah para influencer yang bergabung dengan sosiago seperti sudah disebutkan di atas. Selain gratis, sistem kerja di influencer pun sangat sederhana dan tidak ribet seperti di platform lain. Inilah alasannya kepada influencer perlu bergabung dan coba sosiago influencer marketing.

Baca juga: Setelah 3 Bulan Mencoba Sosiago, Sebuah Platform Infulencer Marketing

Sistem kerja influencer di sosiago sangat mudah. Untuk mendapatkan penghasilan dari sosiago atau bisa gajian tiap bulan, para influencer cukup membuat dan menambahkan channel (tinggal pilih: apakah sebagai blogger, selebgram, buzzer atau youtuber) dengan mengisi harga penawaran; terima pekerjaan dari brand di mana jenis pekerjaan itu bisa dikomunikasikan dan biasanya bisa kita lihat langsung dari brief; dan kalau pekerjaan kita di-approved maka saatnya kita menerima uang.
Sosiago, platform influencer marketing
Proses withdraw di platform sosiago influencer marketing tidaklah ribet. Jumlah pendapatan yang kita terima dapat dipantau langsung melalui fitur billing, dan uang itu masuk menjadi saldo. Kalau pendapatan yang sudah kita terima tidak dalam status sedang ditabung, maka uang itu akan secara otomatis bisa di-withdraw dan bisanya akan masuk ke rekening kita pada Kamis minggu kedua setiap bulan. Sebagai influencer kita tidak harus repot-repot melakukan withdraw karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh platform.

Mengapa Perlu Coba Sosiago Influencer Marketing?

Dari pemaparan di atas sudah terlihat jelas, bahwa Sosiago menjadi tempat terbaik mempertemukan para advertiser atau pemilik brand dengan influencer. Bagi advertiser bisa menyesuaikan platform media promosi yang benar-benar cocok dengan bisnis mereka, apakah untuk menjangkau pembaca blog, pengguna instagram, twitter atau youtube. Dengan pilihan ini, maka keampuhan sebuah iklan menjangkau target audiens sehingga tetap sasaran sangat diunggulkan.

Testimonial dari influencer individu seperti jurnalis, akademis, atau youTuber selama ini telah berperan mendorong pembelian sebuah produk. Kalian tentu masih ingat, bagaimana pembelian jaket bomber meningkat tajam setelah dipakai oleh Presiden Joko Widodo, atau buku Noam Chomsky "Hegemony or Survival" yang banyak diburu orang setelah dipegang oleh mendiang Presiden Venezuela, Hugo Chavez.

Baca juga: Cara Mendaftar Google News, Tiga Hari Langsung Diterima

Pemilik brand tentu saja tidak perlu jasa seorang presiden demi mendongkrak citra produk mereka. Mereka hanya perlu coba sosiago influencer marketing saja, dan sebagai gantinya, awareness brand Anda akan meningkat.

Sementara bagi influencer, sosiago bisa menjadi salah satu skema mendapatkan penghasilan dari aktivitas online. Jumlah yang diterima sangat tergantung pada pengaruh seorang influencer serta berapa task yang mereka dapatkan. Semakin banyak mendapatkan jobs, tentu pendapatan yang diterima juga akan besar. Oh ya, satu lagi, #cobasosiago itu gratis, loh!

16 September 2018

Seribu Cara untuk Mati di Aceh

Menyimak banyaknya orang meninggal di Aceh akhir-akhir ini, saya jadi teringat film "A Million Ways to Die in the West (Sejuta Cara untuk Mati di Barat)". Kematian adalah misteri ilahi - status facebook.

Bayangkan saja, malam ini pada 142 tahun yang silam. Kalau saat itu ada Facebook atau Twitter, kira-kira, apakah kita sempat menulis status dan berkicau? Atau kalau kita lagi makan di sebuah cafe, apakah makanan itu bakal kita kunyah dengan tenang? Atau kebetulan kita lagi nongkrong di warkop dan berha-hi-hu dan lalu tahu-tahu besok negeri kita dilanda perang, apakah kita masih sempat tertawa lebar? Saya ragu menjawab semua pertanyaan remeh-temeh itu dengan 'Ya'.



Orang-orang di Belanda pasti berdoa di gereja dan berharap anggota keluarganya yang pergi berperang ke Aceh bisa pulang dengan selamat. Di Batavia, pasukan marsose yang berasal dari pelosok-pelosok Jawa, Kalimantan dan Sulawesi pasti tak bisa tidur nyenyak karena mereka tak bisa memastikan apakah dapat kembali dengan selamat atau tidak.

Sementara di Aceh, sekali pun orang Aceh menggemari perang, pasti mereka tak menyambutnya dengan suka-cita walaupun agama mereka memberi garansi surga untuk siapa saja yang dengan gagah berani maju ke medan perang dan mati berlumuran darah.

Para pejuang Aceh yang sudah bersiap maju berperang, mereka pasti menggali 'kurok-kurok' (bungker tradisional) di dalam rumah untuk keluarga mereka yang tak bisa ikut berperang. Orang-orang inilah yang nanti akan jadi penuntut balas jika keluarganya yang berperang mati syahid.

Kasak-kusuk tak hanya terjadi di negeri Belanda, Batavia atau Kutaraja. Orang-orang di tempat lain juga sama sibuknya. Semua harap-harap cemas, soalnya, Belanda sudah mengambil keputusan menyerang Aceh. Belanda jelas kesal dengan Aceh, kerajaan di ujung Sumatera yang dianggapnya genit itu [ah, terlalu mengada-ada saya ini]. Apa pasal?

Permintaan-permintaan untuk penyerahan diri Aceh ditolak dengan tegas. Malah, dalam satu riwayat yang berkembang, permintaan menyerah dijawab oleh orang Aceh dengan membalikkan badan berlagak orang kentut sambil berteriak, 'Bek lei takheun nanggroe, manok nyang tan gigoe lam bumoe Aceh nyoe bek ka coba-coba raba!'. Nah, genit, kan?

Jadilah, Aceh dan Belanda terlibat perang berkepanjangan. Kedua belah pihak sama-sama menderita kerugian. Kalau dipikir-pikir, Aceh-lah yang lebih merugi. Sebab, setelah Belanda resmi keluar dari Aceh tahun 1942, Aceh kehilangan kedaulatannya. Kalau soal korban, tak perlu ditanya. Namanya saja perang, pasti ada yang meninggal, ada yang cedera dan ada yang sakit jiwa. Makanya, orang bijak sering memberi saran, “jika kita tidak menghentikan perang, maka perang-lah yang akan menghentikan kita”.

By the way, malam ini, setelah 142 tahun silam, rupanya masih ada orang yang mati di Aceh. Orang-orang cemas bukan main. Sebab, betapa gampangnya orang mati di Aceh. Setelah dua intel TNI yang diculik ditemukan tewas di Nisam, Aceh Utara, secara beruntun kita menerima kabar kematian seorang janda yang dibunuh di rumahnya di kawasan Darul Imarah, Aceh Besar, lalu ada anggota Polres Pidie yang ditembak hingga tewas di Tangse, Pidie. Sebelum-sebelumnya, ada yang meninggal diinjak gajah, diterkam harimau atau meninggal ketika mencari batu giok dan tertimbun longsor. Ada banyak jalan cara mati di Aceh.

Saya tak habis pikir, kenapa orang-orang luar biasa ributnya merespon kematian dua anggota intel TNI itu? Memang, kematian adalah perkara serius dan kejadian luar biasa. Tapi, lupakah kita, bahwa kematian selalu akrab dengan Aceh: tidak saja TNI, Polisi, dan GAM, karena mereka memang memilihnya begitu. Yang kita sesali, ada masyarakat tak berdosa jadi korban. Dulu, bukan satu-dua orang Aceh meninggal, tapi ribuan.

Respon publik di Aceh dan Jakarta biasa-biasa saja. Mereka diam seribu bahasa. Ada sih yang memprotes, tapi suara mereka tak cukup gemanya untuk memberitahu khalayak. Sementara orang-orang di Aceh sudah menganggap hal biasa soal kematian, dan sudah lumrah. Karena, perkara mati di Aceh bukan lagi soal siapanya, tapi soal kapan? Hari ini orang lain yang mati, besok kita sendiri yang mati. Begitu siklusnya.

Pun begitu, kita tak bisa menolerir para pelaku yang begitu mudahnya menghilangkan nyawa orang, apalagi hanya karena alasan sepele. Selayaknya, siapa pun pelaku, kita pantas mengutuknya. Sebab, mereka sama saja memprovokasi perdamaian Aceh dan sedang berupaya menulis ulang kitab konflik yang sudah ‘dibakar’ di Helsinki hampir sepuluh tahun silam.

Perdamaian memang membuat kita dapat hidup tenang, sesuatu yang tak bisa kita dapatkan dalam suasana konflik. Perdamaian tak pernah dapat memberi garansi dengan pasti bahwa begitu damai tercipta, sesuatunya akan berjalan normal, apalagi garansi kesejahteraan. Lazim terjadi dalam setiap perdamaian tercipta di Aceh, ada yang menikmati ‘boh manok mirah’, dan ada pula yang kebagian ‘boh manok kom’. Semua sangat tergantung pada usaha masing-masing.

Sekali pun saya mencoba tegar menulis posting ini, ada yang membuat saya sedih. Anak teman saya, berumur 7,5 tahun dan masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar, sepulang ke rumah dari sekolah, sembari memberi tahu orang tuanya, “Ayah, ada orang tua teman saya meninggal karena ditembak.” Bayangkan, seorang murid sekolah tahu soal penembakan. Secara tidak langsung, mereka sudah diajari kembali soal pembunuhan, perang, dan penembakan menggunakan senjata.

Wahai...siapa pun yang sedang punya agenda mengobok-obok Aceh, janganlah memancing kembali Aceh ke pusara konflik, karena korban-korban sebelumnya, belum sepenuhnya disantuni! Luka-luka belum seutuhnya sembuh. Ingatlah, betapa besar duka orang Aceh pada 142 tahun silam ketika Belanda secara pongah dan congkak memaklumkan perang terhadap Aceh. Duka itu belum benar-benar pulih sekarang. []

Note: tulisan ini pertama kali tayang di website sulih.com pada 26 Maret 2015.