09 June 2008

UT

Saat menulis pojok tentang UT ini, saya terpaksa harus membuka situs Wikipedia. Saya tidak ingin orang-orang mendapatkan informasi yang salah tentang tema yang saya tulis ini. Di situs ensiklopedi virtual ini, UT atau Universitas Terbuka diberi definisi sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem belajar jarak jauh dan memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pendidikan tinggi kepada mereka yang karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti pendidikan tinggi tatap muka (konvensional.


Universitas Terbuka atau biasa disingkat dengan sebutan UT diharapkan mampu menjangkau seluruh pelosok tanah air, tanpa membatasi usia, kondisi sosial ekonomi, dan waktu.

UT diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 41 Tahun 1984.UT telah memperoleh Sertifikat Kualitas dan Akreditasi Internasional dari Internasional Council for Open and Distance Education (ICDE) Standard Agency (ISA) tanggal 12 Agustus 2005. Pada tanggal 14 Maret 2006, UT juga memperoleh Sertifikat ISO 9001:2000 untuk bidang Layanan Bahan Ajar dari Badan Sertifikasi SAI Global.

Informasi di atas setidaknya sudah memberi gambaran kepada kita, apa sebenarnya yang disebut UT. Tapi saya tidak tahu, ada berapa UT di Aceh yang benar-benar UT. Saya belum begitu update informasi tentang keberadaan UT ini. Hanya saja, setiap ke kampus Darussalam, saya justru melihat Kampus sangat terbuka sekarang. Pagar yang pernah dijanjikan sampai sekarang belum dibangun, padahal, soal pagar sudah pernah didemo oleh mahasiswa.

Memasuki areal kampus, saya mendapati kesan, inilah UT yang sebenarnya. Kondisi IAIN benar-benar mirip UT. Di sana tak hanya manusia yang belajar, melainkan binatang juga belajar di sana. Malah, binang seperti lembu atau kambing sering masuk ke kampus bersamaan dengan mahasiswa lainnya. Bedanya, mahasiswa belajar dalam ruang, sementara lembu atau kambung hanya meurot di samping ruang belajar mahasiswa.

Saking terbukanya, menurut pemberitaan Harian ini beberapa waktu lalu, sepasang mahasiswa dan mahsiswi dari Unsyiah ditangkap sedang berbuat mesum di Musalla Fakultas Tarbiyah. Mungkin kedua manusia yang sedang dimabuk asmara ini menduga, IAIN sudah sangat terbuka sekarang. Semua hal bisa dilakukan termasuk mesum.

Tak hanya itu, di IAIN juga masuk isme-isme dan partai politik dengan agenda tertentu. Ada yang berkedok dakwah, ada juga yang berkedok memperjuangkan kesejahteraan. Semua mereka mencoba meracuni otak mahasiswa yang masih bersih dengan utopia-utopia dan ilusi yang tidak jelas.

Iya, memang IAIN sangat terbuka sekarang. Siapa saja boleh masuk kampus, termasuk maling sekalipun. Dari maling berdasi atau terhormat, sampai maling cilet-cilet. Buktinya, beberapa fakultas pernah kehilangan computer atau peralatan kantor lainnya. Mahasiswa juga sempat kecurian sepeda motor. Nah! (HA 090608)

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak

3 comments