17 July 2012

5 Situs Pemberi Beasiswa Paling Diburu

Saya belum pernah mendapat beasiswa kuliah ke luar negeri, baik dari Pemerintah Aceh maupun dari lembaga penyedia beasiswa luar negeri. Tapi, saya sering membuka-buka situs pemberi beasiswa seperti Aminef/Fullbright (Amerika), Stuned/Neso Indonesia (Belanda), ADS Indonesia (Australia) maupun dari Erasmus Mundus (Uni Eropa).

Bagi pemburu beasiswa, situs-situs ini sudah menjadi halaman wajib yang harus dibuka. Apalagi, jika sedang musim penerimaan aplikasi, situs-situs tersebut dibanjiri pengunjung. Kita mesti bersaing dengan pelamar dari berbagai Negara. Kenapa calon mahasiswa antri mendapatkan beasiswa dari lembaga-lembaga itu? Yang pasti, karena jumlah beasiswa yang ditawarkan cukup menggiurkan, antara $8000-$12.000. Lumayan, kan?

Memang tak mudah sih mendapat beasiswa tersebut, karena kita mesti bersaing dengan pelamar-pelamar lain yang juga menginginkan beasiswa. Juga mereka kadang-kadang lebih berpeluang di banding kita. Tapi, jangan dulu berkecil hati. Mereka sama seperti kita, harus berjuang menjadi salah seorang calon penerima. Jika kita serius, perhatikan syarat-syaratnya, minimal yang harus dipenuhi, ya harus bisa bahasa Inggris (juga bahasa Negara yang dituju), punya TOEFL di atas 550, IELTS minimal 6.0 serta punya IPK di atas 3.0.

Kalau kita sudah merasa memiliki syarat, tak ada salahnya mencoba. Yang pasti cari informasi sebanyak-banyaknya tentang lembaga penyedia beasiswa dan juga universitas yang kita tuju. Ini penting, agar kita mengetahui visi dari program beasiswa tersebut. Agar kita dapat mempersiapkan diri secara  lebih matang.

Banyak yang mengatakan, memburu beasiswa itu seperti kita memancing. Kita mesti melempar lebih dari satu kail. Artinya kita harus menyasar lebih dari satu lembaga penyedia beasiswa. Ajukan aplikasi ke banyak lembaga, dan tunggu lembaga mana saja yang mempertimbangkan lamaran kita. Ingat, jangan menunggu sampai deadline berakhir baru mendaftar. Kita persiapkan berkas dan segala persyaratan, dan begitu penerimaan aplikasi dibuka, segera kita kirim. Jadi, mari kita memburu beasiswa secara bersama-sama. Siapa tahu, ada di antara kita yang beruntung. Ini dia 5 lembaga penyedia beasiswa s2 dan s3 ke luar negeri yang paling diburu:

1. American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)
American Indonesian Exchange Foundation atau disingkat AMINEF merupakan lembaga non-profit yang mengelola beasiswa Fulbright di Indonesia. AMINEF didirikan pada tahun 1992. Program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia dan Amerika untuk belajar, mengajar, ataupun melakukan penelitian asli dalam berbagai disiplin ilmu.

Beasiswa Aminef diberikan kepada 120 lebih untuk belajar di universitas ternama di negara Barack Obama tersebut dengan fasilitas asuransi kesehatan, tiket pesawat pulang-pergi, buku-buku, biaya kuliah secara penuh, dan tentu saja biaya hidup ditanggung oleh pemberi beasiswa. Rata-rata penerima beasiswa adalah mahasiswa akan melanjutkan kuliah S2 atau S3 ke luar negeri.

Ingin tahu seluk-beluk beasiswa dari AMINEF? Silahkan kunjungi website resmi AMINF di http://www.aminef.or.id atau klik AMINEF

2. Stuned/Neso Indonesia
StuNed adalah singkatan dari Studeren in Nederland atau studi di Belanda, program beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada para mid-career professional Indonesia sebagai bagian dari bentuk kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia.

Program beasiswa StuNed merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian "UN Millenium Development Goals" pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Policy Framework 2012-2015 yang memiliki 5 bidang yang diprioritaskan yaitu manajemen air (water management), ketahanan pangan (food security), sektor ekonomi (economy sector), sektor judisial (judicial sector), dan hak asasi manusia (human rights).

Dikutip dari situs resminya, ada 5 alasan kenapa belajar di Belanda itu penting.

a. Be a pioneer
Bangsa Belanda berjiwa pengusaha dan penemu. Selain itu, mereka adalah bangsa perintis sejati. Bangsa ini telah melahirkan peraih Nobel dan filsuf, seniman, serta ilmuwan tangguh.

b. Be creative
Belanda adalah bangsa yang kreatif. Orang Belanda sangat suka berinovasi dan sering berdiskusi untuk menghasilkan ide-ide baru.

c. Get connected
Bangsa Belanda sangat ingin menjalin hubungan dengan dunia luar, budaya lain dan komunitas bisnis. Ini berarti sebagai mahasiswa Anda akan menjadi bagian dalam kelas internasional. Faktanya, di Belanda saat ini terdapat lebih dari 81.700 mahasiswa internasional.

d. Enjoy high quality education
Sistem pendidikan tinggi di Belanda memiliki reputasi dunia karena kualitasnya yang tinggi. Kualitas ini dicapai melalui sistem regulasi nasional dan jaminan kualitas.

e. Get value for money
Biaya hidup di Belanda tidak semahal biaya hidup di negara–negara berbahasa Inggris lainnya dan biaya kuliah di Belanda juga relatif murah. Dengan kualitas pendidikan yang sudah terkenal dan biaya hidup yang relatif rendah itu, maka belajar di Belanda akan memberikan nilai ekonomis yang tinggi.

Home away from home
Khusus bagi orang Indonesia, tinggal di Belanda itu seperti layaknya tinggal di rumah sendiri. Hampir semua makanan Indonesia bisa didapatkan di Belanda, seperti masakan Padang, nasi goreng, tempe, sate, sambal, bahkan terasi. Selain itu dengan banyaknya kata dari Bahasa Belanda yang diserap ke dalam bahasa Indonesia maka bagi orang Indonesia akan lebih mudah mempelajari Bahasa Belanda.

Mau melamar beasiswa di Stuned? Langsung kunjungi websitenya di http://nesoindonesia.or.id atau klik STUNED atau follow twitter @studidibelanda untuk mendapatkan informasi terbaru.

3. ADS Australia
Australian Development Scholarships (ADS) merupakan program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Australia melalui AusAID untuk program studi S2 dan S3 di universitas-universitas Australia. Tujuan utama dari beasiswa ADS adalah menuju Indonesia yang makmur, demokratis dan aman. Untuk tahun 2012-2013 prioritas diberikan dengan fokus area Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Aceh.

Beasiswa ini terbuka bagi sektor pemerintah dan swasta dengan prioritas utama pada bidang-bidang studi yang menunjang tujuan peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia dan pembangunan yang akan mendukung, yaitu Pertumbuhan Berkelanjutan dan Manajemen Ekonomi; Investasi Pembangunan Sumber Daya Manusia; Demokrasi, Keadilan dan Pemerintahan yang Baik; serta Keamanan dan Perdamaian.

Anda pasti berminat, kan? Iya lah, karena beasiswa ini meliputi biaya pendidikan, bantuan tutorial tambahan, biaya perjalanan, kerja lapangan di luar Australia, anggaran permukiman, penyertaan keluarga, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan lain-lainnya.

Infomasi lebih lengkap mengenai syarat pendaftaran, contoh bidang studi, atau skema beasiswa bisa langsung mengunduhnya di website resminya di www.australiaawardsindo.or.id atau klik ADSIndonesia

4. Erasmus Mundus
Beasiswa Erasmus Mundus adalah bantuan hibah dari Uni Eropa. Beasiswa ini bertujuan mendorong dan membuka kesempatan kepada mahasiswa/i lulusan S1 yang memenuhi syarat dari negara-negara di luar Uni Eropa untuk mengikuti Program-program Magister Erasmus Mundus tertentu di Eropa dalam jangka waktu 1-2 tahun. Selain itu, tersedia pula dana untuk para akademisi guna melaksanakan tugas mengajar atau penelitian dan kegiatan ilmiah di lembaga-lembaga yang turut serta dalam Program-program Magister Erasmus Mundus.

Apa saja keunggulan beasiswa Erasmus Mundus? Yang pasti, Erasmus Mundus memberi beasiswa penuh, meliputi biaya perjalanan, biaya kuliah, biaya hidup bulanan, akomodasi, dan lain-lain sebesar EUR 24,000/awardee/tahun (ini untuk EMMC) dan EUR 14,800/scholar (untuk 3 bulan). Selain itu, asuransi kesehatan internasional yang berlaku penuh selama masa studi dengan beasiswa. Keunggulan lainnya, melalui beasiswa ini kita berkesempatan kuliah di beberapa universitas di beberapa negara. Untuk mempelajari lebih lengkap program ini, anda bisa mengunjungi situs resminya di http://eacea.ec.europa.eu/erasmus_mundus/index_en.php atau klik ERASMUS MUNDUS

Bagi yang ingin mengetahui pengalaman mahasiswa Indonesia yang sudah mendapatkan beasiswa ini, anda bisa berkunjung ke blog http://emundus.wordpress.com

Oya, Erasmus Mundus juga memberikan beasiswa untuk para jurnalis melalui program Erasmus Mundus Master’s Jurnalism, Media and Globalization. Situs resmi program ini menjelaskan beasiswa Program Master Jurnalisme dua tahun, gelar benar-benar transnasional menyediakan dasar yang kuat untuk menganalisis dan melaporkan perubahan global. Membangun keterampilan jurnalistik, gelar ini menawarkan kombinasi yang unik dari jurnalisme, studi media dan ilmu-ilmu sosial. Langsung kunjungi http://mundusjournalism.com atau klik Mundus Journalism


5. The International Institute for Journalism (IIJ) Jerman
International Institute for Journalism (IIJ) dari InWEnt - Capacity Building Internasional, Jerman memberikan kesempatan kepada wartawan dan manajer media dari negara berkembang untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam bisnis media. Program IIJ menawarkan program pelatihan lanjutan dan dialog serta layanan konsultasi dan pelatihan di tempat untuk rumah media yang bekerja untuk mewujudkan reformasi. Anda berminat? Silahkan kunjungi situs resminya di http://www3.giz.de/iij/index.php.en atau klik IIJ Jerman

Nah, tunggu apalagi, yuk berburu beasiswa, siapa tahu kita beruntung. Ingat, jangan pernah patah semangat dalam belajar. Jika pun kita gagal, tak ada salahnya mencoba dan terus mencoba. [dari berbagai sumber]

Selamat berburu!

Artikel Terkait

Seorang blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi. Bisa disapa di twitter @almubarak

4 comments