22 April 2015

Ketika Tony Abbot Antri di Mesin ATM

Suatu hari, Tony Abbot [bukan nama sebenarnya ] ingin mengambil uang melalui mesin ATM. Uang itu kiriman dari saudara jauhnya yang bekerja d Malaysia. Abangnya rutin mengirim uang untuk keluarganya di kampung. Pukul 11.00 dia bergegas ke ATM sebuah bank. Begitu selesai memarkir sepeda motor, Tony Abbot bergegas ke mesin ATM. Sial baginya, karena sudah cukup ramai yang antri. Maklum di sana cuma ada dua mesin ATM, satu untuk pengambilan uang kelipatan 50.000 dan satu lagi untuk pengambilan kelipatan 100.000.

Orang yang antri sudah memenuhi halaman depan tempat biasanya orang memarkir sepeda motor. Hari pun terik bukan main. Beberapa orang yang antri sudah mulai mengipas-kipas diri. Ada juga yang mengomel-omel kalau ada orang yang berlama-lama di dalam mesin ATM dan memanggil teman dari luar segala.

Ilustrasi | Musmarwan Abdullah
Tony Abbot kesal bukan main. Dia buru-buru ingin segera bisa masuk ke dalam mesin ATM. Maklum, selepas dhuhur dia harus mengantar adiknya ikut les bahasa Inggris. Makanya, dia tak lagi tenang berdiri di sana. Apalagi dia pun lagi gerah banget. Kebetulan di dekat kantor bank tersebut ada sebuah supermarket. Tony Abbot ingin membeli minuman dingin. Dia berbisik ke orang yang antri di belakanganya.

Tony Abbot: Tolong jaga sebentar ya. Saya mau ke sana.
Toke Aceh: Oke. Emang mau kemana? Jangan lama-lama ya

Tony Abbot: Mau ke supermarket, beli minum. Gerah banget. Cuma sebentar saja kok. 
Toke Aceh: Ya udah, cepat ke sana.

Selang beberapa menit kemudian, Tony Abbot sudah kembali lagi ke lokasi ATM. Di tangannya tak ada apa pun. Nafasnya terengah-engah, tanda masih kelelahan.

Toke Aceh: Kok cepat kali balik. Apa supermarketnya sudah tutup?
Tony Abbot: Supermarketnya nggak tutup kok. Di sana antrian di kasir malah lebih panjang lagi.
Toke Aceh: ????

[terinspirasi dari humor mati ketawa ala rusia]

Artikel Terkait